Tragedi Longsor Gunung Kuda Cirebon: Fakta Mengejutkan yang Terungkap

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 1 Juni 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi Longsor Gunung Kuda Cirebon: 18 Korban Ditemukan, Dua Tersangka Ditangkap

Bencana tanah longsor dahsyat menerjang lokasi tambang pasir di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat pagi, 30 Mei 2025. Peristiwa tragis ini terjadi di area yang telah lama dikenal rawan gerakan tanah, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Hingga 1 Juni 2025, tim SAR telah berhasil menemukan 18 jenazah, namun pencarian tujuh korban lainnya masih terus dilakukan.

Kepolisian Resor Kota Cirebon bergerak cepat dengan menetapkan dua tersangka atas insiden ini. Kepala Polresta Cirebon, Sumarni, mengumumkan penangkapan AK dan AR, masing-masing pemilik dan kepala teknik tambang, pada Sabtu malam, 31 Mei 2025. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Keselamatan Kerja, Undang-Undang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Minerba, serta Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penyebab utama longsor, menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid, terletak pada beberapa faktor yang saling berkaitan. Kemiringan lereng yang sangat terjal (lebih dari 45 derajat), metode penambangan *undercutting* di area tambang terbuka, serta kondisi tanah pelapukan dan litologi batuan yang labil menjadi penyebab utama bencana ini. Wafid juga memperingatkan potensi longsor susulan, merekomendasikan pengungsian penduduk di sekitar lokasi untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Menanggapi tragedi ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan penutupan permanen tambang galian C Gunung Kuda. Perintah penutupan ini dikeluarkan pada Jumat, 30 Mei 2025, sebagai bentuk respon atas kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa para pekerja. Gubernur Dedi juga menyampaikan bela sungkawa mendalam, menekankan tanggung jawab pengelola tambang atas keselamatan para pekerja yang mencari nafkah untuk keluarga mereka, meskipun di tengah kondisi kerja yang berisiko tinggi. Tragedi Gunung Kuda menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat dan penerapan standar keselamatan yang lebih tinggi di sektor pertambangan.

*RMN Ivansyah (Cirebon) dan Ahmad Fikri (Bandung) berkontribusi dalam penulisan artikel ini.*

Berita Terkait

Misteri Kematian Diplomat Arya: Reaksi Kapolri & Fakta Terbaru
Sudewo Diperiksa KPK Hari Ini: Bupati Pati Penuhi Panggilan?
Palmerah Hari Ini: Kondisi Stasiun Usai Demo Ricuh Semalam
Brigadir Esco Tewas Terikat di Lombok: Misteri Kematian Polisi Terungkap?
Demo DPR Ricuh! Tol Slipi Ditutup, Akses Bandara Soetta Macet
Gas Air Mata ke Rumah Warga: Polisi Tuai Kecaman?
Bentrok Polisi-Pelajar Demo 25 Agustus di Pejompongan: Ricuh hingga Malam
Mayat Brigadir Esco Ditemukan Terikat di Lombok Barat, Hilang Sejak 13 Agustus

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 11:53 WIB

Misteri Kematian Diplomat Arya: Reaksi Kapolri & Fakta Terbaru

Rabu, 27 Agustus 2025 - 10:21 WIB

Sudewo Diperiksa KPK Hari Ini: Bupati Pati Penuhi Panggilan?

Rabu, 27 Agustus 2025 - 00:20 WIB

Palmerah Hari Ini: Kondisi Stasiun Usai Demo Ricuh Semalam

Selasa, 26 Agustus 2025 - 02:51 WIB

Brigadir Esco Tewas Terikat di Lombok: Misteri Kematian Polisi Terungkap?

Selasa, 26 Agustus 2025 - 01:07 WIB

Demo DPR Ricuh! Tol Slipi Ditutup, Akses Bandara Soetta Macet

Berita Terbaru

Food And Drink

Rahasia Rice Cooker Awet? Begini Cara Membersihkannya!

Rabu, 27 Agu 2025 - 15:28 WIB

Entertainment

Taylor Swift & Travis Kelce Resmi Bertunangan!

Rabu, 27 Agu 2025 - 14:26 WIB