Keluarga almarhum Ilham Pradipta, Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Raya, Jakarta, masih menanti informasi resmi dari pihak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Penantian ini menyusul terungkapnya pelaku dan otak di balik penculikan serta pembunuhan pria berusia 37 tahun tersebut.
Widodo Bayu Ajie, juru bicara keluarga sekaligus paman almarhum, mengungkapkan rasa terima kasih atas respons sigap kepolisian. “Kami masih menunggu informasi resmi dari penyidik itu seperti apa, dan kami ucapkan terima kasih banyak atas reaksi cepat dari polisi,” ujarnya kepada wartawan.
Namun, di tengah penantian tersebut, keluarga Ilham Pradipta, termasuk sang istri, menyatakan tidak mengenal satu pun dari delapan pelaku yang terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan. Ketidaktahuan ini juga berlaku untuk keempat individu yang diduga sebagai otak di balik aksi keji tersebut. Hal ini ditegaskan kembali oleh Bayu Ajie, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Institut Pertanian Bogor (IPB) University. “Kami pihak keluarga tidak ada yang mengenal siapa pelaku, termasuk istri almarhum pun mengaku tidak mengenal,” tegasnya.
Sosok almarhum Ilham Pradipta dikenal sebagai individu yang berdedikasi. Anak bungsu dari empat bersaudara ini telah mengabdikan diri di Bank BRI selama sekitar 15 tahun. Kariernya membawanya bertugas di berbagai daerah, termasuk Surabaya, sebelum akhirnya dipercaya memimpin BRI Cabang Pembantu Cempaka Putih Raya, Jakarta. Karakter profesional Ilham juga terlihat dari kebiasaannya untuk tidak mencampuradukkan pekerjaan dengan kehidupan keluarga. “Almarhum itu merupakan sosok yang tidak pernah membawa dan membicarakan masalah pekerjaannya pada keluarga, sehingga kami pihak keluarga termasuk istrinya tidak mengetahui jika mungkin ada kasus yang sedang ditanganinya,” jelas Bayu Ajie.
Dengan demikian, pihak keluarga masih sepenuhnya bergantung pada perkembangan informasi dari kepolisian untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. “Keluarga belum ada rencana menyiapkan pengacara karena kami masih menunggu informasi resmi dari polisi,” pungkas Bayu Ajie.
Sementara itu, upaya Polda Metro Jaya dalam menguak tabir kasus ini membuahkan hasil signifikan. Empat pria yang diduga sebagai aktor utama di balik pembunuhan tragis Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta, telah berhasil ditangkap. Mereka diidentifikasi dengan inisial DH, C, YJ, dan AA. Salah satu dari keempat tersangka utama, Dwi Hartono atau DH, diketahui berprofesi sebagai motivator. “Dia motivator, suka bantu-bantu menyemangati yang baru mulai bisnis,” ungkap Toni (nama disamarkan), seorang teman DH, pada Senin, 25 Agustus 2025.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga berhasil mengamankan empat pria yang berperan sebagai pelaku penculikan. Kasubdit Reserse Mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Resa Fiardi Marasabessy, menjelaskan pada Kamis, 21 Agustus 2025, bahwa “Inisial AT, RS, RAH ditangkap di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat, sementara inisial RW ditangkap saat tiba di bandara NTT untuk melarikan diri.”