DSNG: Prospek Cerah, Dividen Menggiurkan, dan Rekomendasi Beli dari Analis
JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tengah menjadi sorotan investor dengan kinerja keuangannya yang cemerlang dan prospek bisnis yang menjanjikan hingga tahun 2025. Emiten kelapa sawit ini baru saja mengumumkan pembagian dividen yang menarik, seiring dengan performa finansial yang solid.
Komitmen DSNG terhadap pemegang saham dibuktikan melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku Tahun 2024. Perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 254 miliar atau Rp 24 per saham. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan dividen buku tahun 2023 yang sebesar Rp 22 per saham, meskipun pada tahun 2023 DSNG mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp 839,8 miliar dari Rp 1,21 triliun di tahun 2022.
Menariknya, meskipun besaran dividen tahun 2024 menunjukkan peningkatan, analis menilai potensi dividen DSNG bisa lebih tinggi. Ahmad Iqbal Suyudi, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, memproyeksikan DSNG berpotensi membagikan dividen sebesar Rp 30 per saham. Prediksi ini didasarkan pada indikasi nilai *payout* sebesar 28% berdasarkan rata-rata tiga tahun terakhir. Jika ekspektasi ini terwujud, dividen *yield* DSNG bisa mencapai sekitar 3,79% dari harga penutupan perdagangan hari Kamis (5/6). Sementara itu, dividen *yield* riil dari buku tahun 2024 tercatat sebesar 3,03%.
Direktur PT Rumah Para Pedagang, Kiswoyo Adi Joe, menyoroti konsistensi DSNG dalam pembagian dividen. Menurutnya, DSNG selalu membagikan dividen ketika mencatat keuntungan, didukung oleh arus kas dan kondisi utang perusahaan yang sehat. Hal ini menunjukkan fundamental perusahaan yang kuat dan komitmen terhadap *shareholder return*.
Kinerja Gemilang di Tahun 2024 dan Awal 2025
Performa gemilang DSNG yang menjadi dasar pembagian dividen ini terlihat dari kenaikan laba bersih signifikan pada tahun 2024. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun, melonjak 35,6% secara *year on year* (YoY).
Tren positif ini berlanjut di kuartal I-2025. DSNG berhasil membukukan laba bersih Rp 367 miliar, tumbuh impresif 60% secara tahunan (YoY). Kenaikan laba ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan sebesar 20% YoY, sehingga total pendapatan mencapai Rp 2,7 triliun. Peningkatan laba di awal tahun 2025 ini didorong oleh peningkatan harga jual rata-rata (*average selling price*/ASP) produk kelapa sawit. ASP *Crude Palm Oil* (CPO) naik 27% menjadi Rp 14.909/kg, ASP *Palm Kernel Oil* (PKO) melonjak 108% menjadi Rp 27.349/kg, dan ASP *Palm Kernel* (PK) juga naik 101% menjadi Rp 10.814/kg. Direktur DSNG, Jenti, mengakui bahwa meskipun ada *gap* pertumbuhan besar di kuartal I, perseroan akan berupaya keras untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan serupa sepanjang tahun.
Prospek dan Rekomendasi Saham
Menatap tahun 2025, DSNG optimistis menargetkan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) dan CPO hingga 5%. Jenti menyatakan harapan perseroan agar kinerja di tahun 2025 bisa lebih baik di tengah fluktuasi harga dan tantangan produksi lainnya. Meskipun harga CPO global sempat mengalami penurunan, dengan level MYR 3.956 per ton atau turun 10,98% sejak awal tahun 2025, Jenti tidak pesimistis karena harga saat ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kiswoyo Adi Joe menilai prospek DSNG tahun ini memiliki tingkat resiliensi yang tinggi di tengah fluktuasi harga CPO. Keunggulan lain adalah usia tanaman perseroan yang masih dalam fase produktif, yaitu sekitar 15-20 tahun. Dengan cuaca yang diprediksi baik menjelang tahun 2025, tren produksi TBS seharusnya lebih baik dibandingkan tahun 2024, terutama mengingat semester II biasanya merupakan masa panen raya sawit. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi DSNG, mengingat rata-rata pohon sawit di Indonesia usianya sudah tua dan tidak terlalu produktif. Oleh karena itu, Kiswoyo merekomendasikan ‘Beli’ untuk saham DSNG dengan target harga Rp 1.000 per saham pada akhir tahun 2025.
Senada, Ahmad Iqbal Suyudi juga melihat prospek kinerja DSNG di sisa tahun 2025 berpotensi baik, didukung oleh beberapa katalis positif. Katalis tersebut meliputi penurunan bea impor India dan implementasi program biodiesel B40. Namun, ada potensi risiko dari kenaikan tarif royalti CPO Indonesia yang sedikit menekan laba. Kendati demikian, Iqbal yakin tren penjualan DSNG bisa meningkat seiring masa panen raya, terutama jika harga komoditas CPO global tetap terjaga.
Dengan fundamental yang kuat dan akselerasi kinerja dalam setahun terakhir, saham DSNG diperdagangkan dengan valuasi menarik berdasarkan rata-rata historis tiga tahun terakhir. Saat ini, *Price to Earnings Ratio* (PER) DSNG sebesar 5,69x dan *Price to Book Value Ratio* (PBVR) sebesar 0,83%. Faktor-faktor ini menjadikan DSNG pilihan menarik untuk dikoleksi. Iqbal pun merekomendasikan ‘Beli’ untuk DSNG dengan target harga Rp 950 per saham.
Secara keseluruhan, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menunjukkan performa keuangan yang solid dan prospek yang menjanjikan, didukung oleh kebijakan dividen yang konsisten, pertumbuhan laba signifikan, dan valuasi saham yang menarik. Hal ini menjadikan saham DSNG pilihan menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan dan dividen di sektor kelapa sawit.